Fulanah adalah seorang gadis cantik yang tinggal di sebuah kota kecil. Ia tinggal dan di besarkan oleh keluarga yang cukup berpendidikan. Kedua orang tuanya adalah pegawai negeri yang tingkat pendidikannya adalah sarjana S1, namun karena kesibukannya, ia jarang memperhatikan pendidikan dan pergaulan fulanah.
Oleh karena itulah setelah fulanah tamat SD ia menjadi khawatir akan pendidkan dan pergaulan anaknya, apalagi orang tua fulanah sangat menyadari bagaimana rusaknya moral generasi muda jaman sekarang dimana pergaulan bebas sdh merajalela, tak ada lagi yang peduli batas antara boleh dan tidak boleh apalagi halal dan harom, bahkan kebanyakan dari anak –anak jaman sekarang itu sudah tidak peduli lagi dengan agama.
Mereka hanya sekedar ikut-ikutan kepada orang tuanya yang menganut suatu agama tanpa mereka mau tau agama itu apa dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang yang beragama.
Karena kekhawatiran itulah fulanah oleh orang tuanya dimasukkan di salah satu pondok pesantren di kota lain. Disanalah fulanah mulai belajar dan mengenal tentang hukum – hukum islam. Ia mulai bisa membedakan yang mana halal dan yang mana harom, ia juga sudah tau mana batasan – batasan yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh orang islam.
Dengan berbekal pendidikan agama yang dia dapat di pondok pesantern itulah kemudian fulanah tumbuh menjadi wanita yang sholehah. Dia rajin sholat lima waktu, puasa senin kamis, rajin mengaji serta suka berinfak, dia juga rajin bangun sholat 1/3 malam untuk lebih mendekatkan dirinya kepada ALLOH, hingga sebagian waktunya hanya di habiskan untuk ibadah kepada ALLOH, sehingga orang tuanya merasa sangat bahagia melihat anaknya yang tumbuh menjadi wanita yang sholehah.
Setelah fulanah tamat di pondok pesantren, orang tua fulanah merasa khawatir akan masa depan pendidikan anaknya, karena itulah fulanah kemudian di masukkan di salah satu sekolah negeri di kotanya.
Di sekolah negeri itulah fulanah melanjutkan pendidikannya. karena fulanah termasuk salah satu cewek paling cantik di sekolahnya maka tidak sedikit dari cowok-cowok yang antri untuk mendapatkan cintanya, namun satu persatu dari cowok-cowok yang mendekatinya itu di tolaknya secara baik – baik dengan alasan yang sangat masuk akal yaitu ORANG ISLAM DILARANG MENDEKATI ZINA DAN PACARAN ITU ADALAH GERBANG UTAMA MENUJU ZINA, kemudian dia membacakan ayat al-qur’an ; DAN JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA; SESUNGGUHNYA ZINA ITU ADALAH SESUATU PERBUATAN YANG SANGAT KEJI DAN SUATU JALAN YANG BURUK. [ AL-ISRA,32]. Rupanya nasehat agama dari ustad dan ustadzah masih dipegang teguh oleh fulanah hingga naik ke kelas dua
Oleh karena itulah setelah fulanah tamat SD ia menjadi khawatir akan pendidkan dan pergaulan anaknya, apalagi orang tua fulanah sangat menyadari bagaimana rusaknya moral generasi muda jaman sekarang dimana pergaulan bebas sdh merajalela, tak ada lagi yang peduli batas antara boleh dan tidak boleh apalagi halal dan harom, bahkan kebanyakan dari anak –anak jaman sekarang itu sudah tidak peduli lagi dengan agama.
Mereka hanya sekedar ikut-ikutan kepada orang tuanya yang menganut suatu agama tanpa mereka mau tau agama itu apa dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang yang beragama.
Karena kekhawatiran itulah fulanah oleh orang tuanya dimasukkan di salah satu pondok pesantren di kota lain. Disanalah fulanah mulai belajar dan mengenal tentang hukum – hukum islam. Ia mulai bisa membedakan yang mana halal dan yang mana harom, ia juga sudah tau mana batasan – batasan yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh orang islam.
Dengan berbekal pendidikan agama yang dia dapat di pondok pesantern itulah kemudian fulanah tumbuh menjadi wanita yang sholehah. Dia rajin sholat lima waktu, puasa senin kamis, rajin mengaji serta suka berinfak, dia juga rajin bangun sholat 1/3 malam untuk lebih mendekatkan dirinya kepada ALLOH, hingga sebagian waktunya hanya di habiskan untuk ibadah kepada ALLOH, sehingga orang tuanya merasa sangat bahagia melihat anaknya yang tumbuh menjadi wanita yang sholehah.
Setelah fulanah tamat di pondok pesantren, orang tua fulanah merasa khawatir akan masa depan pendidikan anaknya, karena itulah fulanah kemudian di masukkan di salah satu sekolah negeri di kotanya.
Di sekolah negeri itulah fulanah melanjutkan pendidikannya. karena fulanah termasuk salah satu cewek paling cantik di sekolahnya maka tidak sedikit dari cowok-cowok yang antri untuk mendapatkan cintanya, namun satu persatu dari cowok-cowok yang mendekatinya itu di tolaknya secara baik – baik dengan alasan yang sangat masuk akal yaitu ORANG ISLAM DILARANG MENDEKATI ZINA DAN PACARAN ITU ADALAH GERBANG UTAMA MENUJU ZINA, kemudian dia membacakan ayat al-qur’an ; DAN JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA; SESUNGGUHNYA ZINA ITU ADALAH SESUATU PERBUATAN YANG SANGAT KEJI DAN SUATU JALAN YANG BURUK. [ AL-ISRA,32]. Rupanya nasehat agama dari ustad dan ustadzah masih dipegang teguh oleh fulanah hingga naik ke kelas dua
